Panti Asuhan Cahaya Kasih
— See
Ketika pertama kali memasuki Panti Asuhan Cahaya Kasih, suasana hangat langsung terasa. Anak - anak disana menyambut kelompok kami dengan senyum yang tulus, seolah olah kami ada disana sudah mereka nantikan. Pada hari itu, kelompok kami yang terdiri dari enam orang datang untuk melaksanakan program Saint Mary Way. Kami membawa beberapa permainan kecil, contohnya puzzle, mewarnai, gambar Tuhan Yesus dan perlengkapan yang bisa digunakan untuk mengajar dan bermain serta bermain bersama anak-anak.
Selama bertugas, kami mulai dengan berkenalan dan membuat lingkaran kecil di karpet bawah untuk memperkenalkan diri kelompok kami. Anak - anak disana tampak senang dan tidak malu. Kami kemudian membagi mereka menjadi beberapa kelompok kecil agar kami bisa lebih mudah membimbing dan bermain bersama anak - anak disana. Kami mengajak mereka belajar tentang Tuhan Yesus, menebak sejarah Tuhan Yesus, mewarnai gambar beruang, dan mengenal warna. Ada juga anak-anak yang lebih suka bermain aktivitas bergerak daripada melakukan hal - hal mewarnai, menggambar, dll.
Di sela kegiatan, kami juga membantu beberapa pengurus panti menjaga kedisiplinan anak - anak disana, menata alat warna seperti crayon ke tempat awalnya. Meskipun sederhana, kegiatan itu membuat kami semakin bisa sadar bahwa panti asuhan ini penuh dengan kasih, perhatian, dan juga kita harus merasakan syukur yanh ada di sana.
Menurut saya, momen yang paling berkesan adalah ketika kami duduk bersama anak-anak untuk membagi kelompok dan bermain puzzle bareng mereka. Lalu mewarnai dan asa juga anak-anak yang minta bantukan untuk mewarnai.
— Budge
Gambar Santa Maria atau salib itu mengingatkan kami pada kasih. Dari simbol itu kami belajar bahwa kepedulian tidak harus besar, yang penting adalah niat murni dan hati yang terbuka.
Kami juga sekelompok menyadari bahwa anak - anak panti tidak hanya membutuhkan donasi atau barang yang sedang dibutuhkan, tetapi juga perhatian, dan kehadiran yang membuat mereka merasa tidak sendiri. Dari pengalaman itu, hati kami digerakkan untuk lebih peka dan lebih peduli pada orang -orang yang ada di sekitar kami, terutama mereka yang membutuhkan kasih sayang, dan juga kami harus bersyukur.
Melalui SMW ( saint mary way ) , kami belajar bahwa perubahan hati dimulai dari hal-hal sederhana, contohnya seperti senyuman, sapaan, satu tindakan kecil yang bisa membuat mereka menjadi lebih merasakan kasih sayang.
— Judge
Setelah mengalami dan merasakan itu semua, kami mulai merefleksikan apa yang sebenarnya Tuhan ingin ajarkan melalui pengalaman ini. Kami menilai bahwa kunjungan ke Panti Asuhan Cahaya Kasih bukan hanya kegiatan wajib sekolah, tetapi sebuah kesempatan berharga untuk melihat langsung bagaimana kasih dan syukur yang harus diwujudkan.Dari interaksi kami sekelompok bersama anak - anak, kami menyimpulkan bahwa setiap manusia memiliki hak untuk dicintai, dihargai, mendapat kasih sayang, dan diperhatikan. Kami juga menyadari bahwa hidup bukan hanya mempedulikan tentang diri kita sendiri, tetapi tentang berbagi bagi orang lain. Kami menilai bahwa pelayanan sosial seperti ke Panti Asuhan Cahay Kasih tersebut seharusnya menjadi kebiasaan kami sampai kedepan nya, bukan hanya kegiatan sementara.
— Act
Dari pengalaman SEE, perubahan hati pada BUDGE, dan penilaian dalam JUDGE, akhirnya kami mengambil keputusan untuk melakukan aksi nyata. Contohnya kami ingin kembali lagi di lain waktu untuk melihat anak - anak yang ada di panti asuhan cahaya kasih, lalu bermain bersama, membimbing atau sekadar menemani anak-anak di panti.
Kami juga berkomitmen untuk lebih rajin dan menyisihkan sedikit uang jajan untuk dikumpulkan dan disumbangkan ke anak - anak yang kurang mampu seperti anak - anak yang dijalanan, serta mengajak teman - teman lain agar ikut peduli kepada lingkungan sekitar. Selain itu, saya ingin untuk membawa nilai - nilai kasih dalam kehidupan sehari-hari, lebih menghargai orang tua, orang yang lebih tua, membantu teman tanpa diminta, dan menghindari sikap acuh terhadap orang di sekitar.
Saya percaya bahwa kasih iu tidak pernah berhenti pada suatu kunjungan, contohnya itu kasih harus terus diwujudkan, yamg bisa dimulai dari diri sendiri, dan juga dari langkah - langkah kecil yang bisa kami lakukan setiap hari setiap waktu.

Komentar
Posting Komentar